Easy Bussiness

Efect Kaya dan Miskin


Tidak Kaya, itu lumrah.
Tidak Bahagia, itu parah.

Demikian pendapat Mz ippho Santosa selaku motivator muda indonesia...
Sama juga dengan yang dikatakan Mz Reza M. Syarief. Mz Reza mengungkapkan dengan semboyannya yang selalu diungkapkan dalam setiap pembukaan acara Pintu Rezeki tayangan Trans7.
"Menjadi Kaya Adalah baik, Menjadi Bahagia jauh lebih baik", itulah yang dikatakan Mz Reza dalam suatu kalimat yang berbeda namun intinya sama.

Tulisan ini saya tulis ketika mendapat pesan dari sahabat saya, Mz Ardi Gunawan. Mz Ardi Gunawan adalah pakar otak kanan Versi TV One. Dia Memiliki Produk Nutrisi Otak dan dikenal dengan metode menghafalnya. Beliau mengirim pesan di Group yang berisi tentang Riset tentang dampak kaya dan miskin. Mas Ardi sendiri memperolehnya dari Mz Ippho Santosa. Berikut Ulasannya.

Menurut Riset yang digelar Oleh Ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok Elit kian Kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tidak bahagia.
lho... Kok bisa?
ya bisa, "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," begitulah peneliti menuliskan hasil risetnya yang bertajuk "Top Incomes And Human Well-Being Around The World" dan disarikan  kembali dalam The Guardian.





share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Al-Hijr, Published at 22:07 and have 0 comments

No comments:

Post a Comment